GLOBALINSIGHT, LAMONGAN – Hari Tani Nasional 2025 diperingati dengan cara yang tak biasa di Kabupaten Lamongan. Jika biasanya diwarnai demo para petani di depan gedung pemerintahan, kali ini justru sebaliknya. Wakil Ketua II DPRD Lamongan Husen yang menjemput bola, memanggil perwakilan Tenaga Pembantu Operasional Pemeliharaan (TPOP) Jaringan Irigasi PUSDA Jatim untuk berdialog di ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025).
Husen mengungkapkan inisiatif ini muncul karena ia menganggap TPOP adalah ‘pahlawan’ yang luput dari perhatian. “Kami yang ingin ketemu. Kenapa? Karena hari ini Hari Tani Nasional 2025. Bagi kami, teman-teman inilah pejuang petani di Lamongan,” ujar Husen.
Menurut Husen, 158 personel TPOP di Lamongan punya peran vital dalam mengamankan status Lamongan sebagai Lumbung Pangan Nasional. Mereka yang mengatur distribusi air dari Waduk Gondang, Waduk Prijetan, hingga Bengawan Njeru, memastikan petani bisa maksimal saat musim tanam ketiga.
‘Statusku Masih Pengadaan Barang dan Jasa’
Di tengah pertemuan, TPOP Jaringan Irigasi PUSDA Jatim lantas menyampaikan keluh kesahnya. Mereka menyoroti status kepegawaiannya yang masih di bawah kategori pengadaan barang dan jasa, bukan sebagai pegawai honorer apalagi PPPK.

“Mereka berharap Pemprov Jawa Timur, khususnya PUSDA Jatim, bisa menjadikan mereka PPPK. Ini penting, karena mereka sudah ikut pengisian sistem mulai dari R1, R2 dan R3,” ungkap Husen.
Janji Kawal Sampai Pusat dan Provinsi
Merespons keluhan tersebut, Husen menegaskan akan mengambil langkah konkret. Ia berjanji akan mengawal nasib para TPOP ke level yang lebih tinggi.
“Pertama, kami akan mengawal ini baik kepada DPRD Provinsi Jatim maupun kepada wakil kami yang ada di DPR RI,” tegasnya.
Tak hanya soal status kepegawaian, Husen juga akan memperjuangkan kesejahteraan mereka. Husen miris mendengar upah bulanan para TPOP yang masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lamongan 2025, yang mencapai Rp 3.012.164.
“Tugas mereka sangat berat, 5 hari kerja di lapangan. Seharusnya upah mereka distandarkan setidaknya minimal UMK,” tandasnya.
Husen juga menambahkan, ia akan menyampaikan aspirasi ini dalam pertemuan daring Hari Tani Nasional yang diadakan oleh DPP PDI Perjuangan. “Kami akan suarakan agar teman-teman TPOP ini segera diperjelas statusnya sebagai PPPK di tingkat pusat maupun provinsi,” pungkasnya.
