News  

Disnaker Lamongan Genjot Link and Match SMK dengan Industri, Lulusan Dipersiapkan Siap Kerja

Kepala Disnaker Lamongan Mokhammad Zamroni saat hadir sebagai narasumber dalam Seminar Persiapan Dunia Kerja dan Pendidikan Lanjut di Aula Rektorat UNISDA Lamongan, Minggu (10/5/2026) Foto : Agung Fauzi Hidayatullah)

GLOBALINSIGHT, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memperkuat strategi link and match antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan industri. Langkah ini dilakukan agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lamongan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Mokhammad Zamroni, saat menjadi narasumber dalam Seminar Persiapan Dunia Kerja dan Pendidikan Lanjut di Aula Rektorat Universitas Islam Darul โ€˜Ulum (UNISDA) Lamongan, Minggu (10/5/2026).

Di hadapan ratusan siswa, Zamroni menegaskan bahwa keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK) menjadi salah satu instrumen penting dalam menjembatani lulusan SMK dengan kebutuhan perusahaan.

โ€œStrategi yang kami lakukan melalui BKK bersama SMK adalah menjembatani lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga mereka bisa masuk kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan,โ€ ujar Zamroni.

Menurutnya, BKK kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana sekolah untuk memetakan perkembangan kebutuhan industri yang terus berubah.

Dengan pola tersebut, sekolah diharapkan mampu menyesuaikan materi pembelajaran dan keterampilan siswa agar lebih relevan dengan dunia kerja saat ini.

Selain memperkuat penyaluran tenaga kerja, Disnaker Lamongan juga mendorong sekolah kejuruan untuk melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri digital.

โ€œKami berharap metode ajar maupun kurikulum pendidikan dan pelatihan di SMK dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan saat ini,โ€ katanya.

Upaya tersebut diperkuat melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi yang rutin digelar Disnaker Lamongan. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan teknis (hard skill) maupun kemampuan nonteknis (soft skill) generasi muda agar memiliki daya saing lebih tinggi.

Seminar yang diikuti siswa kelas XII SMK NU 1 Karanggeneng itu juga menjadi ruang pembekalan bagi pelajar sebelum memasuki dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Para peserta mendapatkan materi tentang komunikasi profesional, etika kerja, integritas, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Pemkab Lamongan optimistis penguatan kolaborasi antara sekolah dan industri dapat membantu menekan angka pengangguran terbuka sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif dan produktif untuk mendukung pembangunan daerah.